Allah, beri kami syurga kecil
Rumah syahdu berhias rahmah
Disana tergelar helai-helai sajadah
Tempat kami meminta dan bermunajah
Allah, beri kami syurga kecil
Istana mungil bertahta sakinah
Tempat kami berteduh melepas lelah
Ranjang kokoh bertabur berkah
Tempat malam-malam kami dipeluk mimpi indah
Allah, beri kami syurga kecil..........
Kamis, 14 Mei 2009
Selasa, 07 April 2009
indahnya poligami
Dear all, sedikit kisah dari saya......buat para poligamiers.......(baik yang menentang maupun yang mendukung).......Dan mudah2 calon istri saya bisa jadi satu2nya istri dan ibu bagi anak2 saya.....
Beberapa hari yang lalu sepulang kerja di atas Bis Kota yang penuh sumpek pengap dan bau yang campur aduk (keluhan masyarakat kelas bawah indonesia,karena pelayanan publik yang buruk?).
Di lampu merah pinggir jalan, diantara bau knalpot campur bau keringat.. Dari jendela Koantas Bima, saya melihat seorang ibu duduk menggendong anaknya sambil membawa ecek2 (kayanya sih buat ngamen).
Dalam hati saya bertanya,.....Jandakah ia?....Yatimkah anaknya?..... Sedemikian susahkah beban hidupnya?........
Dan dalam hati saya juga bertanya, alangkah indahnya jika para penyembah poligami mau menikahi janda2 seperti mereka.........(Janda fakir, yang hidup miskin?)
Alangkah indahnya bila pemilik ayam bakar wong solo, anggota DPR dan para dai'i2 yang menganggap sudah mampu untuk berpoligami mau mempoligami mereka........................
Oh, alangkah indahnya bila ibu dari anak di gendonganya di nikahi pemilik ayam bakar wong solo, pasti sekolah terjamin dan tentu bisa jadi pengusaha.............
Oh, alangkah indahnya bila ibu dari anak di gendonganya di nikahi para da'i, tentu mereka gak bakal jadi begundal di terminal...........
Oh, alangkah indahnya bila ibu dari anak di gendonganya dinikahi anggota DPR, siapa tahu besok gede bisa jadi wakil rakyat yang memihak rakyat................
Tapi kapan? Apa mereka mau?
Kan mereka janda2 yang bau yang miskin dan birahipun mungkin tak akan bangkit karenanya........
Katanya Poligami bukan masalah birahi thok?
Lha terus itu apa?
Selingkuh?
Kenapa harus yang cantik yang wangi, mantan model atau pengusaha?
Oh, alangkah indahnya poligami bila yang dinikahi orang2 seperti mereka.........
Semoga Tuhan bisa menunjukan mana yang terbaik untuk umatnya...........
(Semoga Tuhan mengabulkan)......
Beberapa hari yang lalu sepulang kerja di atas Bis Kota yang penuh sumpek pengap dan bau yang campur aduk (keluhan masyarakat kelas bawah indonesia,karena pelayanan publik yang buruk?).
Di lampu merah pinggir jalan, diantara bau knalpot campur bau keringat.. Dari jendela Koantas Bima, saya melihat seorang ibu duduk menggendong anaknya sambil membawa ecek2 (kayanya sih buat ngamen).
Dalam hati saya bertanya,.....Jandakah ia?....Yatimkah anaknya?..... Sedemikian susahkah beban hidupnya?........
Dan dalam hati saya juga bertanya, alangkah indahnya jika para penyembah poligami mau menikahi janda2 seperti mereka.........(Janda fakir, yang hidup miskin?)
Alangkah indahnya bila pemilik ayam bakar wong solo, anggota DPR dan para dai'i2 yang menganggap sudah mampu untuk berpoligami mau mempoligami mereka........................
Oh, alangkah indahnya bila ibu dari anak di gendonganya di nikahi pemilik ayam bakar wong solo, pasti sekolah terjamin dan tentu bisa jadi pengusaha.............
Oh, alangkah indahnya bila ibu dari anak di gendonganya di nikahi para da'i, tentu mereka gak bakal jadi begundal di terminal...........
Oh, alangkah indahnya bila ibu dari anak di gendonganya dinikahi anggota DPR, siapa tahu besok gede bisa jadi wakil rakyat yang memihak rakyat................
Tapi kapan? Apa mereka mau?
Kan mereka janda2 yang bau yang miskin dan birahipun mungkin tak akan bangkit karenanya........
Katanya Poligami bukan masalah birahi thok?
Lha terus itu apa?
Selingkuh?
Kenapa harus yang cantik yang wangi, mantan model atau pengusaha?
Oh, alangkah indahnya poligami bila yang dinikahi orang2 seperti mereka.........
Semoga Tuhan bisa menunjukan mana yang terbaik untuk umatnya...........
(Semoga Tuhan mengabulkan)......
10 jenis siksaan yang menimpa wanita penghuni neraka
10 Jenis Siksaan Yang Menimpa Wanita Penghuni Neraka
Inilah sepuluh jenis siksaan yang menimpa wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, inilah peristiwa yang membuat Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya.
Dalam perjalanan itu, antaranya Rasulullah SAW diperlihatkan (1) perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara itu otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya agar tidak dilihat lelaki lain.
Siksaan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW ialah (2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan (3) tangannya dikeluarkan dari punggungnya dan (4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.
Rasulullah SAW juga melihat bagaimana (5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.
Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang mampu sholat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak berwudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi yaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.
Selain itu, Rasulullah SAW melihat (7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sementara di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.
Rasulullah SAW juga melihat (8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting neraka. Mereka adalah perempuan yang suka mencari perhatian orang lain agar melihat perhiasan dirinya.
Siksaan lain yang dilihat Rasulullah SAW ialah (9) perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.
Ada pula perempuan yang Rasulullah SAW lihat (10) bentuk rupanya seperti anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.
Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan wanita atau menempatkan wanita sebagai sumber dosa. Inilah keadaan seadanya yang sesuai riwayat yang ada.
Inilah sepuluh jenis siksaan yang menimpa wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, inilah peristiwa yang membuat Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya.
Dalam perjalanan itu, antaranya Rasulullah SAW diperlihatkan (1) perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara itu otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya agar tidak dilihat lelaki lain.
Siksaan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW ialah (2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan (3) tangannya dikeluarkan dari punggungnya dan (4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.
Rasulullah SAW juga melihat bagaimana (5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.
Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang mampu sholat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak berwudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi yaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.
Selain itu, Rasulullah SAW melihat (7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sementara di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.
Rasulullah SAW juga melihat (8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting neraka. Mereka adalah perempuan yang suka mencari perhatian orang lain agar melihat perhiasan dirinya.
Siksaan lain yang dilihat Rasulullah SAW ialah (9) perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.
Ada pula perempuan yang Rasulullah SAW lihat (10) bentuk rupanya seperti anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.
Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan wanita atau menempatkan wanita sebagai sumber dosa. Inilah keadaan seadanya yang sesuai riwayat yang ada.
Minggu, 05 April 2009
anak belajar dari kehidupannya
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar mamaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
ia belajar mamaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
kabut beracun itu bernama Valentine Days
leh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Bin Mukhtar As-Sidawi
14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih saying kepada orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yg menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “Be my Valentine” (jadilah Valentine-ku) atau sana artinya “Jadilah kekasihku”
Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk took buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, took-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mal dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warni pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hamper semua media cetak dan elektronik pun menjadi penggesa program misterius ini.
Dengan berpikir sedikit sajakita dapat mengetahui bahwa perayaan aneh ini tidak lepas dari trik bisnis para pengusaha tempat hiburan, pengusaha hotel, perangkai bunga, dan lainnya. Akhirnya jadilah perayaan Valentine sebagai perayaan bisnis yang bermuara pada perusakan aqidah dan akhlak pemuda islam (khususnya). Saatnya kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang sudah kita lakukan dalam penyelamatan generasi penerus kita?
Sekilas Sejarah Valentine’s Day
Ribuan literature yang menyebutkan sejarah hari Valentine masih berbeda pendapat. Ada banyak versi tentang asal-usul perayaan Valentine ini. Yang paling popular adalah kisah Valentinus (St. Valentine) yang diyakini hidup pada masa Claudius II yang kemudian menemui ajal pada 14 Februari 269 M. Namun kisah ini ada beberapa versi lagi.
Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menilik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganism (dewa-dewi) Romawi Kuno. Pada waktu itu ada sebuah perayaan yang disebut Lupercalia. Didalamnya terdapat rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk Dewi Cinta, Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan.
Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan Dewa Lupercalia terhadap gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda memecut orang dengankulit binatang dan wanita berebut untuk di pecut karena menganggap pecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I. Kemudian agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Galasius menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’ Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.
Jadi diri St.Valentine sendiri masih diperdebatkan para sejarawan. Saat ini, sekurang-kurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal opada tanggal 14 Februari. Diantaranya ada kisah menceritakan bahwa kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat didalam medan peperangan daripada yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda menikah. Tindakan Kaisar itu mendapatkan tantangan dari St.Valentinenyang secara diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan di hokum gantung pada 14 Februari 269 M.
Dapat kita tarik kesimpulan :
1. Valentine’s Day berakat dari upacara keagamaan ritual Romawi Kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dengan penuh kesyirikan.
2. Upacara yang biasa dilaksanakan pada 15 Februari tersebut, pada tahun 496 oleh Paus Galasius I diganti menjadi 14 Februari.
3. Agar dunia menerima, hari itu disamarkan dengan nama “hari kasih saying” yang kini telah tersebar di berbagai negeri, termasuk negeri-negeri Islam.
Jangan Ikuti Budaya Kafir
Begitulah wahai saudaraku seiman, Hari Valentine berasal dari mitos zaman Romawi yang seluruhnya tidak lain adalah bersumber dari paganism syirik, penyembahan berhala dan penghormatan kepada Pastor. Selain itu, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu maker orang-orang Yahudi yang diseludupkan kedalam tubuh umat islam supaya diikuti. Jadi, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu upacara yang diadakan orang kafir dan orang-orang bergelimang dosa dalam rangka berbuat maksiat, mengumbar syahwat dan memenuhi hawa nafsu belaka.
Di Bandung, 12 Februari 2005, Studio Carton Multi Kreasi menggelar acara lomba menjijikkan yang diadopsi dari amerika [1]. Arini dari Muri menyatakan bahwa lomba serupa pernah digelar pada Desember 2001 di New York AS. Mengapa masih banyak pemuda-pemudi Islam tertipu dan ikut-ikutan membeo budaya orang-orang kafir tersebut? Ingatlah wahai kaum muslimin, musuh-musuh Islam selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan kalian dari ajaran agama kalian!
Alloh Ta’ala berfirman :
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”….(QS.Al-Baqoroh [2]:120)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rahimahullau Ta’ala dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam :
“Sungguh kalian akan mengikuti sunnah perjalanan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga mereka memasuki lubang dhab (hewan sejenis biawak di Arab) mereka berkata, “Wahai Rasulullah apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR.Bukhari 7325 dan Muslim 2669)
Syaikh Sulaiman bin Abdullah Alu Syaikh Rahimahullahu Ta’ala berkata “hadist ini merupakan mukjizat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam karena sungguh mayoritas umatnya kini telah mengikuti sunnah perjalanan kaum Yahudi dan Nasrani dalam gaya hidup, berpakaian, Syi’ar-Syi’ar agama, dan adat-istiadat. Dan hadist ini lafazhnya berupa kabar yang berarti larangan mengikuti jalan-jalan selain agama Islam[2].
Menyoroti Valentine’s Day
Setiap Februari menjelang, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak yang mendengar bahwa Valentine adalah salah satu hari raya umat kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak mereka pedulikan. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan sperti itu?
Lajnah Da’imah Arab Saudi pernah ditanya tentang perayaan Valentine’s Day, mengucapkan ucapan tentang Valentine’s Day, memberikan hadiah dan menyediakan alat-alat untuknya, lantas dijawab oleh lajnah :
“Dalil-dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah serta kesepakatan Ulama salaf telah menegaskan bahwa perayaan dalam Islam hanya ada dua, Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun perayaan-perayaan lainnya yang berkaitan dengan tokoh, kelompok, atau kejadian tertentu adalah perayaan yang diada-adakan[3]. Tidak boleh umat Islam merayakannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan padanya, atau membantu kelancarannya karena hal itu berarti melanggar hokum Allah yang merupakan suatu tindak kedzaliman. Dan bila perayaan tersebut merupakan perayaan orang kafir maka makin parah dosanya sebab hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) mereka dan termasuk bentuk loyalitas kepada mereka, sedangkan Allah dalam Al Qur’an yang mulia telah melarang kaum mukminin menyerupai orang-orang kafir dan loyal kepada mereka. Juga , telah shohih bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut.” (HR.Abu Dawud : 4031, Ahmad : 2/50, 92 dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul-Gholil : 1269)
Perayaan Valentine’s Day termasuk hal yang diatas karena termasuk perayaan penyembah berhala dan umat Nasrani. Maka tidak boleh umat islam yang beriman kepada Allah dan hari akhir ikut merayakannya, menyetujuinya, dan mengucapkan selamat untuknya. Bahkan yang wajib adalah meninggalkannya dan menjauhinya sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi sebab kemurkaan Allah. Sebagaimana pula diharamkan membantu semaraknya acara ini atau perayaan-perayaan haram lainnya baik dalam jual beli, mengirim kartu, mencetak, mensponsori, dan sebagainya karena semua itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan.
Allah berfirman :
“….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..” (QS.Al-Maidah [5]:2) [4]
Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullu menyebutkan beberapa dampak negative perayaan Valentine’s Day. Beliau berkata dalam fatwa yang beliau tanda tangani bertanggal 5 Dzulqo’dah 1420H :
“Perayaan ini tidak boleh karena alasan berikut :
Pertama. Valentine’s Day hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam.
Kedua. Merayakan Valentine’s Day dapat menyebabkan cinta yang semu.
Ketiga. Menyebutkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para shalafus shalih.
Maka tidak halal melakukan ritual hari raya dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun yang lainnya. Hendaklah setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, bukan malah menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.” [5]
Dampak buruk lainnya, terhapuslah nilai-nilai Islam serta memperbanyak jumlah mereka dengan mendukung dan mengikuti agama mereka.
Alhasil, hendaklan kaum muslimin sekarang ini mengetahui dan berhati-hati terhadap propaganda yang diserukan oleh orang-orang kafir yang berusaha menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam dan melegalkan ajarannya yang sesat lagi menyesatkan.
Valentine, Hari Cinta?
Dikatakan, Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih saying dan cinta. Benarkah demikian? Salah, bahkan pernyataan itu sangat memprihatinkan! Bukankah dengan demikian seolah-olah Islam tidak mengenal cinta kasih, padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqoroh [2]:165, At-Taubah [9]-24, Al-Fath [48]:29, dan Al-Ma’idah [5]:54.
Kelihaian dan kelicikan musuh Islam untuk menipu umat islam patut diacungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik pun bias terbungkus dan terpoles rapi hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki kekuatan ilmu agama.
Sesungguhnya cinta dalam Valentine’s Day hanyalah cinta semua yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Oleh karenanya, perhatikanlah bagaimana Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh pemuka agama-agama lainnya. Di India misalnya, pernah diberitakan bahwa sejumlah aktivis dan pemuka agama hindu berkumpul di Bombay pada Sabtu, 14 Februari 2004. Dengan lantang mereka menyerukan agar tidak ikut-ikutan merayakan Valentine’s Day yang menganjurkan dekadensi moral dan merusak tradisi India. Seorang aktivis berteriak : ‘Valentine’s Day bukan bagian dari kepribadian dan tradisi agama kita. Selain itu, apa yang diajarkan oleh Valentine’s Day itu sungguh-sungguh akan merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat warga India. Janganlah ikut-ikutan barat!!” [6]
Kesimpulan
Valentine’s Day merupakan hari raya orang kafir yang penuh kesyirikan. Tidak boleh umat Islam ikut-ikutan merayakannya, mengucapkan selamat kepada yang merayakannya dan membantu memeriahkannya dengan memperdagangkan alat-alat yang digunakan. Wajib umat Islam menghindari kemurkaan Allah. Allahu A’lam.[]
Referensi :
1. Fataw ulama’ Baladil Haram, dikumpulkan oleh Kholid bin Abdurrahman Al-Juraisi, cet. Ke-1, 1420 H
2. Valentine’s Day, Rizki Ridyasmara, pustaka Al-Kautsar, cet.ke-4, Februari 2008
3. Fikih Konteporer, Dr,Setiawan Budi Utomo, Pustaka Saksi, cet,ke-1, Oktober 2000
4. Buletin Al Furqon, Th.2 Vol.10.No.1/Shofar 1429H
Note :
[1] Harian Pikiran Rakyat 13 Februari 2005
[2] Taisir Aziz Al Hamid hlm.32
[3] Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah berkata : “Sesungguhnya perayaan tidaklah diadakan berdasarkan logika dan akal sebagaimana dilakukan oleh ahli kitab sebelum kita melainkan berdasarkan syari’at dan dalil.” (Fathul-Bari : 1/159, Tafsir Ibnu Rojab : 1/390)
[4] Fatawa Lajnah Da’imah Lil-Buhuts Ilmiyah Wal-Ifta’ : 21203 tgl.22/11/1420
[5] Majmu’ Fatawa Wa Rosa’il kar.Syaikh Ibnu ‘Utsaimin : 16/199-200. Lihat pula Fatawa Ulama’ Baladil-Haram hlm.1022-1024 dan As-Sunan Wal-Mubatada’at Fil-A’yad hlm.52 kar.Dr.Abdurrohman bin Sa’ad Asy-Syisyri
[6] Kantor Berita Reuters 12 Februari 2005
–
Sumber :
Diketik ulang dari Majalah Al Furqon Edisi 06 th.ke-8 Muharrom 1430 / Jan 2009 hlm.37-39
14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih saying kepada orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yg menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “Be my Valentine” (jadilah Valentine-ku) atau sana artinya “Jadilah kekasihku”
Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk took buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, took-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mal dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warni pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hamper semua media cetak dan elektronik pun menjadi penggesa program misterius ini.
Dengan berpikir sedikit sajakita dapat mengetahui bahwa perayaan aneh ini tidak lepas dari trik bisnis para pengusaha tempat hiburan, pengusaha hotel, perangkai bunga, dan lainnya. Akhirnya jadilah perayaan Valentine sebagai perayaan bisnis yang bermuara pada perusakan aqidah dan akhlak pemuda islam (khususnya). Saatnya kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang sudah kita lakukan dalam penyelamatan generasi penerus kita?
Sekilas Sejarah Valentine’s Day
Ribuan literature yang menyebutkan sejarah hari Valentine masih berbeda pendapat. Ada banyak versi tentang asal-usul perayaan Valentine ini. Yang paling popular adalah kisah Valentinus (St. Valentine) yang diyakini hidup pada masa Claudius II yang kemudian menemui ajal pada 14 Februari 269 M. Namun kisah ini ada beberapa versi lagi.
Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menilik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganism (dewa-dewi) Romawi Kuno. Pada waktu itu ada sebuah perayaan yang disebut Lupercalia. Didalamnya terdapat rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk Dewi Cinta, Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan.
Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan Dewa Lupercalia terhadap gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda memecut orang dengankulit binatang dan wanita berebut untuk di pecut karena menganggap pecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I. Kemudian agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Galasius menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’ Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.
Jadi diri St.Valentine sendiri masih diperdebatkan para sejarawan. Saat ini, sekurang-kurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal opada tanggal 14 Februari. Diantaranya ada kisah menceritakan bahwa kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat didalam medan peperangan daripada yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda menikah. Tindakan Kaisar itu mendapatkan tantangan dari St.Valentinenyang secara diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan di hokum gantung pada 14 Februari 269 M.
Dapat kita tarik kesimpulan :
1. Valentine’s Day berakat dari upacara keagamaan ritual Romawi Kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dengan penuh kesyirikan.
2. Upacara yang biasa dilaksanakan pada 15 Februari tersebut, pada tahun 496 oleh Paus Galasius I diganti menjadi 14 Februari.
3. Agar dunia menerima, hari itu disamarkan dengan nama “hari kasih saying” yang kini telah tersebar di berbagai negeri, termasuk negeri-negeri Islam.
Jangan Ikuti Budaya Kafir
Begitulah wahai saudaraku seiman, Hari Valentine berasal dari mitos zaman Romawi yang seluruhnya tidak lain adalah bersumber dari paganism syirik, penyembahan berhala dan penghormatan kepada Pastor. Selain itu, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu maker orang-orang Yahudi yang diseludupkan kedalam tubuh umat islam supaya diikuti. Jadi, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu upacara yang diadakan orang kafir dan orang-orang bergelimang dosa dalam rangka berbuat maksiat, mengumbar syahwat dan memenuhi hawa nafsu belaka.
Di Bandung, 12 Februari 2005, Studio Carton Multi Kreasi menggelar acara lomba menjijikkan yang diadopsi dari amerika [1]. Arini dari Muri menyatakan bahwa lomba serupa pernah digelar pada Desember 2001 di New York AS. Mengapa masih banyak pemuda-pemudi Islam tertipu dan ikut-ikutan membeo budaya orang-orang kafir tersebut? Ingatlah wahai kaum muslimin, musuh-musuh Islam selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan kalian dari ajaran agama kalian!
Alloh Ta’ala berfirman :
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”….(QS.Al-Baqoroh [2]:120)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rahimahullau Ta’ala dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam :
“Sungguh kalian akan mengikuti sunnah perjalanan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga mereka memasuki lubang dhab (hewan sejenis biawak di Arab) mereka berkata, “Wahai Rasulullah apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR.Bukhari 7325 dan Muslim 2669)
Syaikh Sulaiman bin Abdullah Alu Syaikh Rahimahullahu Ta’ala berkata “hadist ini merupakan mukjizat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam karena sungguh mayoritas umatnya kini telah mengikuti sunnah perjalanan kaum Yahudi dan Nasrani dalam gaya hidup, berpakaian, Syi’ar-Syi’ar agama, dan adat-istiadat. Dan hadist ini lafazhnya berupa kabar yang berarti larangan mengikuti jalan-jalan selain agama Islam[2].
Menyoroti Valentine’s Day
Setiap Februari menjelang, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak yang mendengar bahwa Valentine adalah salah satu hari raya umat kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak mereka pedulikan. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan sperti itu?
Lajnah Da’imah Arab Saudi pernah ditanya tentang perayaan Valentine’s Day, mengucapkan ucapan tentang Valentine’s Day, memberikan hadiah dan menyediakan alat-alat untuknya, lantas dijawab oleh lajnah :
“Dalil-dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah serta kesepakatan Ulama salaf telah menegaskan bahwa perayaan dalam Islam hanya ada dua, Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun perayaan-perayaan lainnya yang berkaitan dengan tokoh, kelompok, atau kejadian tertentu adalah perayaan yang diada-adakan[3]. Tidak boleh umat Islam merayakannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan padanya, atau membantu kelancarannya karena hal itu berarti melanggar hokum Allah yang merupakan suatu tindak kedzaliman. Dan bila perayaan tersebut merupakan perayaan orang kafir maka makin parah dosanya sebab hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) mereka dan termasuk bentuk loyalitas kepada mereka, sedangkan Allah dalam Al Qur’an yang mulia telah melarang kaum mukminin menyerupai orang-orang kafir dan loyal kepada mereka. Juga , telah shohih bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut.” (HR.Abu Dawud : 4031, Ahmad : 2/50, 92 dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul-Gholil : 1269)
Perayaan Valentine’s Day termasuk hal yang diatas karena termasuk perayaan penyembah berhala dan umat Nasrani. Maka tidak boleh umat islam yang beriman kepada Allah dan hari akhir ikut merayakannya, menyetujuinya, dan mengucapkan selamat untuknya. Bahkan yang wajib adalah meninggalkannya dan menjauhinya sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi sebab kemurkaan Allah. Sebagaimana pula diharamkan membantu semaraknya acara ini atau perayaan-perayaan haram lainnya baik dalam jual beli, mengirim kartu, mencetak, mensponsori, dan sebagainya karena semua itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan.
Allah berfirman :
“….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..” (QS.Al-Maidah [5]:2) [4]
Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullu menyebutkan beberapa dampak negative perayaan Valentine’s Day. Beliau berkata dalam fatwa yang beliau tanda tangani bertanggal 5 Dzulqo’dah 1420H :
“Perayaan ini tidak boleh karena alasan berikut :
Pertama. Valentine’s Day hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam.
Kedua. Merayakan Valentine’s Day dapat menyebabkan cinta yang semu.
Ketiga. Menyebutkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para shalafus shalih.
Maka tidak halal melakukan ritual hari raya dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun yang lainnya. Hendaklah setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, bukan malah menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.” [5]
Dampak buruk lainnya, terhapuslah nilai-nilai Islam serta memperbanyak jumlah mereka dengan mendukung dan mengikuti agama mereka.
Alhasil, hendaklan kaum muslimin sekarang ini mengetahui dan berhati-hati terhadap propaganda yang diserukan oleh orang-orang kafir yang berusaha menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam dan melegalkan ajarannya yang sesat lagi menyesatkan.
Valentine, Hari Cinta?
Dikatakan, Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih saying dan cinta. Benarkah demikian? Salah, bahkan pernyataan itu sangat memprihatinkan! Bukankah dengan demikian seolah-olah Islam tidak mengenal cinta kasih, padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqoroh [2]:165, At-Taubah [9]-24, Al-Fath [48]:29, dan Al-Ma’idah [5]:54.
Kelihaian dan kelicikan musuh Islam untuk menipu umat islam patut diacungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik pun bias terbungkus dan terpoles rapi hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki kekuatan ilmu agama.
Sesungguhnya cinta dalam Valentine’s Day hanyalah cinta semua yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Oleh karenanya, perhatikanlah bagaimana Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh pemuka agama-agama lainnya. Di India misalnya, pernah diberitakan bahwa sejumlah aktivis dan pemuka agama hindu berkumpul di Bombay pada Sabtu, 14 Februari 2004. Dengan lantang mereka menyerukan agar tidak ikut-ikutan merayakan Valentine’s Day yang menganjurkan dekadensi moral dan merusak tradisi India. Seorang aktivis berteriak : ‘Valentine’s Day bukan bagian dari kepribadian dan tradisi agama kita. Selain itu, apa yang diajarkan oleh Valentine’s Day itu sungguh-sungguh akan merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat warga India. Janganlah ikut-ikutan barat!!” [6]
Kesimpulan
Valentine’s Day merupakan hari raya orang kafir yang penuh kesyirikan. Tidak boleh umat Islam ikut-ikutan merayakannya, mengucapkan selamat kepada yang merayakannya dan membantu memeriahkannya dengan memperdagangkan alat-alat yang digunakan. Wajib umat Islam menghindari kemurkaan Allah. Allahu A’lam.[]
Referensi :
1. Fataw ulama’ Baladil Haram, dikumpulkan oleh Kholid bin Abdurrahman Al-Juraisi, cet. Ke-1, 1420 H
2. Valentine’s Day, Rizki Ridyasmara, pustaka Al-Kautsar, cet.ke-4, Februari 2008
3. Fikih Konteporer, Dr,Setiawan Budi Utomo, Pustaka Saksi, cet,ke-1, Oktober 2000
4. Buletin Al Furqon, Th.2 Vol.10.No.1/Shofar 1429H
Note :
[1] Harian Pikiran Rakyat 13 Februari 2005
[2] Taisir Aziz Al Hamid hlm.32
[3] Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah berkata : “Sesungguhnya perayaan tidaklah diadakan berdasarkan logika dan akal sebagaimana dilakukan oleh ahli kitab sebelum kita melainkan berdasarkan syari’at dan dalil.” (Fathul-Bari : 1/159, Tafsir Ibnu Rojab : 1/390)
[4] Fatawa Lajnah Da’imah Lil-Buhuts Ilmiyah Wal-Ifta’ : 21203 tgl.22/11/1420
[5] Majmu’ Fatawa Wa Rosa’il kar.Syaikh Ibnu ‘Utsaimin : 16/199-200. Lihat pula Fatawa Ulama’ Baladil-Haram hlm.1022-1024 dan As-Sunan Wal-Mubatada’at Fil-A’yad hlm.52 kar.Dr.Abdurrohman bin Sa’ad Asy-Syisyri
[6] Kantor Berita Reuters 12 Februari 2005
–
Sumber :
Diketik ulang dari Majalah Al Furqon Edisi 06 th.ke-8 Muharrom 1430 / Jan 2009 hlm.37-39
surga untuk pelacur
Rasulullah -Shallallaahu ‘ Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam mengkisahkan dalam riwayat sahih Bukhari dan Muslim tentang seorang Pelacur yang masuk surga karena memberi minum anjing… Al-Kisah…Pada suatu hari seorang Pelacur melihat seekor anjing yang hampir mati karena kehausan…Pelacur itu merasa kasihan terhadap anjing tersebut lalu ia melepas sepatunya untuk mengambilkan air minum dan memberikannya kepada anjing tersebut…Allah mengampuni dosa-dosa Pelacur itu dan memasukkannya ke dalam surga karena memberikan minum kepada anjing yang kehausan…
Hikmah:
Betapa luas rahmat kasih sayang Allah. Keutamaan sifat rahmat kasih sayang. Rasulullah -Shallallaahu ‘ Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ”Orang-orang yang penyayang pasti di sayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu.”… “Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi.” Keutamaan ikhlas, karena Pelacur itu memberikan minum kepada anjing dengan ikhlas tanpa ada seorangpun yang melihatnya. Kesempurnaan pahala tergantung kesempurnaan usaha, karena Pelacur itu berusaha untuk mengambil air dan menghidangkannya kepada anjing. Rasulullah -Shallallaahu ‘ Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Pahalamu tergantung kepayahanmu.” Jangan mudah menjatuhkan vonis kepada sesama muslim.
Hikmah:
Betapa luas rahmat kasih sayang Allah. Keutamaan sifat rahmat kasih sayang. Rasulullah -Shallallaahu ‘ Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ”Orang-orang yang penyayang pasti di sayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu.”… “Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi.” Keutamaan ikhlas, karena Pelacur itu memberikan minum kepada anjing dengan ikhlas tanpa ada seorangpun yang melihatnya. Kesempurnaan pahala tergantung kesempurnaan usaha, karena Pelacur itu berusaha untuk mengambil air dan menghidangkannya kepada anjing. Rasulullah -Shallallaahu ‘ Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Pahalamu tergantung kepayahanmu.” Jangan mudah menjatuhkan vonis kepada sesama muslim.
ya nabi (i love you )
Ya Nabi…I Love you
Duhai Nabi
Duhai Nabi hari ini mereka menghinamu.
Kutahu ratusan, ribuan bahkan jutaan hinaan tak akan sanggup menghapus kemulyaanmu. Tapi ya Nabi, yang bisa kami lakukan hanyalah merasakan kepedihan dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Berdegup pilu dalam kalbu, menggigil badan menahan campuran kemarahan, kesedihan dan ketidakberdayaan.
Ya Nabi, mereka menghinamu….
Mereka tak tahu akan keagunganmu.
Mungkinkah karena kebodohan kami yang tak mampu meneladanimu sehingga mereka tak tahu tentang dirimu.
Mereka tak tahu keagunganmu.
Engkaulah yang meninggalkan kasur nyaman untuk pergi ke gua hira.
Memikul beban dari tuhan untuk kau sebarkan.
Mereka katakan tentang kebebasan…
Tahukah mereka engkaulah sumber inspirasi kebebasan
Bilal sanggup menahan batu dan terik karena inspirasimu
Satu – satu – satu gumamnya menggemakan ajaran tauhidmu
Dan keteguhan bilal menginspirasi Abu bakar untuk membebaskannya
Engkaulah inspirasi kedermawanan.
Tahukah mereka engkaulah yang menginspirasi Usman bin Affan untuk membeli sumur
bagi keperluan masyarakat yang kelaparan
Tahukah mereka bahwa engkau sangat menghormati wanita…
Tak pernah kau lupakan Khadijah yang selalu menemani perjuanganmu
Dihormati budak wanita yang telah diberikan padamu
Didudukkan kehormatan wanita Yahudi menjadi istrimu
Dilindungi janda-janda shabat yang meninggal dalam rumahmu
Mereka katakan tentang perdamaian…
Tahukah mereka bahwa engkau tak mendoakan buruk pada penduduk thaif.
Engkau malah mendoakan mereka agar mendapatkan hidayah…
Walau sebelumnya engkau dilempari kotoran dan batu seperti orang hina
Tahukah mereka bahwa engkau begitu perhatian pada wanita yahudi yang sakit
Padahal wanita yahudi itu setiap harinya melempari kotoran jika engkau lewat
Tahukah mereka bahwa engkau sanggup mendamaikan dendam abadi
Dendam Suku Aus dan Kahraz di Madinah
Merekalah Anshor pengikut setiamu
Merekalah yang sanggup menawan dirimu
Kau katakan para Thulaqa telah membawa harta rampasan perang
Untuk Anshor adalah dirimu…
Tahukah mereka tak ada darah yang tercurah ketika pendudukan mekah.
Semua quraisy diampuni, padahal mereka telah memerangimu…
Menghinakanmu…
Mengambil hartamu….
Engkau maafkan mereka tanpa kecuali…
Sehingga Khalid bin Walid pun menjadi pengikut setiamu.
Tahukah mereka???
Duhai nabi , apa yang harus kulakukan…
Saat teman muslim tak lagi merasa sakit ketika engkau dihinakan.
Bukan kah engkau yang selalu tak nyaman memikirkan kami
Engkau berkata ummati… ummati… ummati….
Saat engkau akan menghadap Robmu yang begitu kau cintai
Bukankah engkau begitu murka ketika seorang wanita muslim dilecehkan
Kau kobarkan perang demi harga kemuliaan wanita
Engkaulah yang berdoa qunut nazilah untuk merobekkan kisra
Saat utusanmu kau hinakan.
Engkau selalu berfikir tentang kami…
Bahkan kelak di Yaumul kiamat engkau masih memikirkan kami
Ya Nabi haruskah kami berhenti di sini
Saat robmu telah berkata untuk selalu meneruskan perjuanganmu…
Sesunguhnya Muhhamad hanyalah seorang rasul,
Sungguh telah berlalu rasul terdahulu…
Maka apakah jika Muhammad mati atau terbunuh , kau akan berbalik ke belakang?
Ya Rabb…
Apa yang harus kami lakukan sekarang …
Apakah kami seperti Nabi yang mendoakan penduduk thaif
Atau mendoakan kerajaan Kisra?
Beri kami hidayah ya Rab
Untuk selalu bertindak tepat seperti Nabi kami…
Jangan biarkan kami terjebak dengan permainan mereka
Jangan biarkan tangan kami berlumur darah
Kami bisa ledakkan bom, racuni sungai, penggal kepala…
Tapi itu hanya membuat mereka semakin berpikir salah tentang Nabi kami
Ya Allah haruskah kami berqunut bersama
Agar engkau turunkan badai salju pada mereka
Atau gempa teknonik serta epidemi penyakit
Atau tsunami…
Atau Engkau akan beri kami kekuatan…
Kekuatan untuk tetap menghargai Nabi kami
Kekuatan untuk selalu bersama memancarkan keindahan Islam
Kekuatan yang menyebabkan mereka terpikat oleh cahaya-MU
Ya Allah engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Lakukanlah apa yang terbaik bagi kami
Agar bisa berhenti dari pedih ini.
kepedihan dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Berdegup pilu dalam kalbu, menggigil badan menahan campuran kemarahan, kesedihan dan ketidakberdayaan…
Duhai Nabi
Duhai Nabi hari ini mereka menghinamu.
Kutahu ratusan, ribuan bahkan jutaan hinaan tak akan sanggup menghapus kemulyaanmu. Tapi ya Nabi, yang bisa kami lakukan hanyalah merasakan kepedihan dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Berdegup pilu dalam kalbu, menggigil badan menahan campuran kemarahan, kesedihan dan ketidakberdayaan.
Ya Nabi, mereka menghinamu….
Mereka tak tahu akan keagunganmu.
Mungkinkah karena kebodohan kami yang tak mampu meneladanimu sehingga mereka tak tahu tentang dirimu.
Mereka tak tahu keagunganmu.
Engkaulah yang meninggalkan kasur nyaman untuk pergi ke gua hira.
Memikul beban dari tuhan untuk kau sebarkan.
Mereka katakan tentang kebebasan…
Tahukah mereka engkaulah sumber inspirasi kebebasan
Bilal sanggup menahan batu dan terik karena inspirasimu
Satu – satu – satu gumamnya menggemakan ajaran tauhidmu
Dan keteguhan bilal menginspirasi Abu bakar untuk membebaskannya
Engkaulah inspirasi kedermawanan.
Tahukah mereka engkaulah yang menginspirasi Usman bin Affan untuk membeli sumur
bagi keperluan masyarakat yang kelaparan
Tahukah mereka bahwa engkau sangat menghormati wanita…
Tak pernah kau lupakan Khadijah yang selalu menemani perjuanganmu
Dihormati budak wanita yang telah diberikan padamu
Didudukkan kehormatan wanita Yahudi menjadi istrimu
Dilindungi janda-janda shabat yang meninggal dalam rumahmu
Mereka katakan tentang perdamaian…
Tahukah mereka bahwa engkau tak mendoakan buruk pada penduduk thaif.
Engkau malah mendoakan mereka agar mendapatkan hidayah…
Walau sebelumnya engkau dilempari kotoran dan batu seperti orang hina
Tahukah mereka bahwa engkau begitu perhatian pada wanita yahudi yang sakit
Padahal wanita yahudi itu setiap harinya melempari kotoran jika engkau lewat
Tahukah mereka bahwa engkau sanggup mendamaikan dendam abadi
Dendam Suku Aus dan Kahraz di Madinah
Merekalah Anshor pengikut setiamu
Merekalah yang sanggup menawan dirimu
Kau katakan para Thulaqa telah membawa harta rampasan perang
Untuk Anshor adalah dirimu…
Tahukah mereka tak ada darah yang tercurah ketika pendudukan mekah.
Semua quraisy diampuni, padahal mereka telah memerangimu…
Menghinakanmu…
Mengambil hartamu….
Engkau maafkan mereka tanpa kecuali…
Sehingga Khalid bin Walid pun menjadi pengikut setiamu.
Tahukah mereka???
Duhai nabi , apa yang harus kulakukan…
Saat teman muslim tak lagi merasa sakit ketika engkau dihinakan.
Bukan kah engkau yang selalu tak nyaman memikirkan kami
Engkau berkata ummati… ummati… ummati….
Saat engkau akan menghadap Robmu yang begitu kau cintai
Bukankah engkau begitu murka ketika seorang wanita muslim dilecehkan
Kau kobarkan perang demi harga kemuliaan wanita
Engkaulah yang berdoa qunut nazilah untuk merobekkan kisra
Saat utusanmu kau hinakan.
Engkau selalu berfikir tentang kami…
Bahkan kelak di Yaumul kiamat engkau masih memikirkan kami
Ya Nabi haruskah kami berhenti di sini
Saat robmu telah berkata untuk selalu meneruskan perjuanganmu…
Sesunguhnya Muhhamad hanyalah seorang rasul,
Sungguh telah berlalu rasul terdahulu…
Maka apakah jika Muhammad mati atau terbunuh , kau akan berbalik ke belakang?
Ya Rabb…
Apa yang harus kami lakukan sekarang …
Apakah kami seperti Nabi yang mendoakan penduduk thaif
Atau mendoakan kerajaan Kisra?
Beri kami hidayah ya Rab
Untuk selalu bertindak tepat seperti Nabi kami…
Jangan biarkan kami terjebak dengan permainan mereka
Jangan biarkan tangan kami berlumur darah
Kami bisa ledakkan bom, racuni sungai, penggal kepala…
Tapi itu hanya membuat mereka semakin berpikir salah tentang Nabi kami
Ya Allah haruskah kami berqunut bersama
Agar engkau turunkan badai salju pada mereka
Atau gempa teknonik serta epidemi penyakit
Atau tsunami…
Atau Engkau akan beri kami kekuatan…
Kekuatan untuk tetap menghargai Nabi kami
Kekuatan untuk selalu bersama memancarkan keindahan Islam
Kekuatan yang menyebabkan mereka terpikat oleh cahaya-MU
Ya Allah engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Lakukanlah apa yang terbaik bagi kami
Agar bisa berhenti dari pedih ini.
kepedihan dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Berdegup pilu dalam kalbu, menggigil badan menahan campuran kemarahan, kesedihan dan ketidakberdayaan…
Langganan:
Postingan (Atom)